Pernikahan merupakan peristiwa sakral yang menyatukan dua orang dalam satu
ikatan. Ada janji setia sehidup semati yang harus dijaga. Agar pernikahan
mewujud menjadi rumah tangga harmonis dan langgeng, Anda harus punya cinta dan
keyakinan terhadap pasangan. Jangan menikah hanya karena alasan berikut ini :
1. Menikah Hanya Karena Harta
Jika melakukan pernikahan hanya karena harta pasangan anda, mungkin diawal pernikahan anda begitu bahagia dan menikmati kehidupan rumah tangga yang serba anda. Namun kehidupan rumah tangga tanpa landasan cinta yang kuat tentu jauh dari kata harmonis dan langgeng. Apalagi jika ditengah perjalanan rumah tangga, pasangan kehilangan harta atau mungkin anda bertemu dengan seseorang yang jauh lebih kaya dan lebih memikat, maka besar kemungkinan suasana keharmonisan pun akan terganggu karenanya, jika pernikahan tersebut dilandasi niat hanya karena harta semata.
2. Ingin Meninggalkan Rumah Orang Tua
Ini biasanya menimpa mereka yang hidup di tengah keluarga penuh konflik. Menikah seringkali menjadi jalan pintas agar bisa keluar dari suasana rumah yang mungkin seperti "Neraka". Namun, meninggalkan rumah bersama suami bukan jawaban mutlak. Pernikahan yang prematur justru bisa membuat anda terjebak dalam konflik baru yang lebih rumit kedepannya.
3. Karena Orang Tua Menyukainya
Ini bukan alasan tepat bagi anda dan pasangan segera melangsungkan pernikahan. Ingat, yang akan hidup dengannya setelah menikah itu adalah anda sendiri, bukanlah orang tua anda. Jangan biarkan anda terjebak dengan sosok yang sebenarnya belum anda yakini terbaik sebagai pasangan hidup.
Banyak kasus terjadi seorang anak remaja menikah hanya karena ingin membahagiakan orang tuanya, terlebih calon pasangannya pun dipilihkan juga oleh orang tuanya, akhirnya karena pernikahan itu tanpa ada dasar cinta didalamnya, maka tidak tercipta yang namanya kebahagiaan setelahnya.
4. Ingin Merasakan Hubungan Intim
Ketika keinginan agar bisa berhubungan intim menjadi alasan yang kuat untuk menikah, ini berbahaya. Tujuan utama pernikahan bukan lagi untuk membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan langgeng, tapi hanyalah "Malam pertama" semata. Saat rasa penasaran itu terjawab, bukan tak mungkin bosan melanda, rasa sayang menguap, dan ujung dari ini semua adalah kehancuran.
5. Sebatas Ingin Punya Anak
Ingin punya anak memang menjadi pendorong kuat bagi banyak orang untuk menikah. Namun perlu anda ketahui bersama, bahwasanya anak adalah karunia & amanah dari-Nya.
4. Ingin Merasakan Hubungan Intim
Ketika keinginan agar bisa berhubungan intim menjadi alasan yang kuat untuk menikah, ini berbahaya. Tujuan utama pernikahan bukan lagi untuk membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan langgeng, tapi hanyalah "Malam pertama" semata. Saat rasa penasaran itu terjawab, bukan tak mungkin bosan melanda, rasa sayang menguap, dan ujung dari ini semua adalah kehancuran.
5. Sebatas Ingin Punya Anak
Ingin punya anak memang menjadi pendorong kuat bagi banyak orang untuk menikah. Namun perlu anda ketahui bersama, bahwasanya anak adalah karunia & amanah dari-Nya.
Segimanapun anda menginginkannya, bagaimanapun anda mengupayakannya, jika Tuhan belum mempercayakannya, maka keinginan untuk memiliki anakpun tak kan kunjung tiba. Karena menikah tujuannya hanya karena ingin mempunyai anak, tetapi kenyataan tak sesuai dengan harapan, maka akan hilanglah kebahagiaan rumah tangga didalamnya.
Ataupun jika memang anda bisa memiliki anak, bisa jadi anda akan membawa anak tersebut dalam kondisi yang tidak ideal dalam kehidupannya, karena tidak ada rasa cinta diantara kedua orang tuanya sebab niat awal menikahnya hanya untuk memiliki anak. Jangan sampai anak anda kelak menjadi korban ketidak
harmonisan rumah tangga orang tuanya.
6. Menikah Dengan Peselingkuh
Ada beberapa kasus orang menikah secara diam-diam dengan selingkuhannya. Awalnya mungkin akan berjalan dengan baik namun untuk jangka panjang, pernikahan ini bisa menjadi malapetaka. Karena pernikahan ini terjadi diatas penderitaan orang lain. Ini artinya, masing-masing berani mengambil risiko mencari kebahagiaan tanpa peduli nasib pasangan utamanya masing-masing. Bahkan bukan tak mungkin suatu saat nanti pasangan anda akan kembali selingkuh, dan anda akan menjadi korban berikutnya.
7. Karena Tekanan Sosial
Ini seringkali menimpa mereka yang sudah memasuki usia siap menikah namun masih melajang. Mereka umumnya merasa terpojok dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh keluarga, teman ataupun orang-orang disekelilingnya, seperti "Kapan menikah...???" Jangan sampai tekanan-tekanan seperti ini membuat anda menikahi orang yang salah dan berakibat fatal untuk anda sendiri.
6. Menikah Dengan Peselingkuh
Ada beberapa kasus orang menikah secara diam-diam dengan selingkuhannya. Awalnya mungkin akan berjalan dengan baik namun untuk jangka panjang, pernikahan ini bisa menjadi malapetaka. Karena pernikahan ini terjadi diatas penderitaan orang lain. Ini artinya, masing-masing berani mengambil risiko mencari kebahagiaan tanpa peduli nasib pasangan utamanya masing-masing. Bahkan bukan tak mungkin suatu saat nanti pasangan anda akan kembali selingkuh, dan anda akan menjadi korban berikutnya.
7. Karena Tekanan Sosial
Ini seringkali menimpa mereka yang sudah memasuki usia siap menikah namun masih melajang. Mereka umumnya merasa terpojok dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh keluarga, teman ataupun orang-orang disekelilingnya, seperti "Kapan menikah...???" Jangan sampai tekanan-tekanan seperti ini membuat anda menikahi orang yang salah dan berakibat fatal untuk anda sendiri.
Catatan:
Niatkanlah menikah itu hanya untuk beribadah kepada-Nya, karena sesungguhnya menikah itu adalah ibadah.
Bahagia dalam kehidupan rumah tangga itu hanyalah sebuah bonus kecil dari-Nya, dan masih banyak bonus-bonus lain yang akan dia turunkan-Nya kelak, jika niat dan prakteknya benar sesuai dengan apa yang diharapkan-Nya.
Semoga berkah...
